Personal Clouds – Sebelum melakukan pemindahan domain, ada baiknya melakukan persiapan tentang cara pointing domain ke Hosting Baru secara matang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa hosting baru sudah aktif dan siap menerima file website. Semua data mulai dari file HTML, CMS, database, hingga konfigurasi khusus seperti SSL perlu dipindahkan ke server baru agar tidak ada kendala saat domain diarahkan. Melakukan backup menyeluruh sangat penting untuk mencegah kehilangan data.
Selain itu, pemilik website juga harus mencatat detail DNS dari hosting lama. Informasi seperti A record, CNAME, MX, maupun TXT record sangat berguna untuk disalin kembali ke hosting baru. Hal ini memastikan layanan tambahan seperti email atau subdomain tetap berjalan normal setelah proses pointing. Mengubah nilai TTL (Time to Live) menjadi lebih rendah, misalnya 300 detik, juga disarankan untuk mempercepat proses propagasi DNS.
Langkah berikutnya adalah memindahkan file website dan database. Pemindahan ini bisa dilakukan menggunakan FTP, cPanel, atau SSH, tergantung fasilitas yang disediakan oleh penyedia hosting baru. Pastikan struktur folder sesuai dengan konfigurasi sebelumnya, misalnya file utama berada di folder public_html atau www. Untuk database, proses import bisa dilakukan melalui phpMyAdmin atau perintah MySQL di server.
Setelah seluruh file berhasil dipindahkan, lakukan pengecekan di hosting baru. Tes dapat dilakukan dengan menggunakan alamat IP server atau memodifikasi file hosts di komputer lokal agar bisa mengakses situs pada server baru tanpa harus mengubah DNS publik. Langkah ini membantu memastikan bahwa website berfungsi normal di server baru sebelum domain benar-benar diarahkan.
Baca Juga : Kelebihan Search Engine Marketing dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Bisnis
Agar proses pointing domain bisa berlangsung tanpa downtime, beberapa cara berikut wajib diperhatikan:
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, peluang terjadinya downtime bisa ditekan seminimal mungkin. Website tetap bisa diakses, sementara proses pengalihan berjalan di belakang layar.
Setelah pointing domain selesai, tahap berikutnya adalah melakukan uji coba terhadap fungsi website. Cek semua halaman utama, fitur formulir, dan bagian penting lain seperti sistem login, toko online, atau integrasi pihak ketiga. Jangan lupa memeriksa konfigurasi email, karena sering kali layanan email terhubung dengan MX record yang bisa saja berubah saat DNS diperbarui.
Selain itu, lakukan juga pengecekan SEO. Pastikan tidak ada broken link atau halaman yang hilang selama proses migrasi. Penggunaan alat seperti Google Search Console bisa membantu memantau apakah crawler masih bisa mengakses seluruh halaman website dengan baik. Jika ditemukan error, segera lakukan perbaikan agar performa situs tetap stabil.
Proses pointing domain ke hosting baru sering dianggap rumit dan penuh risiko. Namun, jika dilakukan dengan persiapan yang matang, sebenarnya proses ini bisa berjalan mulus tanpa menyebabkan downtime. Kuncinya terletak pada backup yang lengkap, pencatatan DNS, serta tahap uji coba sebelum perubahan DNS dilakukan secara publik.
Lebih dari sekadar proses teknis, pointing domain juga menjadi cerminan bagaimana pengelola website menjaga kenyamanan pengunjung. Dengan memastikan akses situs tetap lancar, reputasi bisnis online bisa tetap terjaga. Oleh karena itu, memahami cara pointing domain yang benar bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga strategi untuk menjaga kepercayaan pengguna di dunia digital.